Thailand Akan Mengaudit Transaksi USDT, Perketat Aturan Setoran Tunai
Bank sentral Thailand berencana untuk memerlukan bukti asal dana untuk setoran tunai besar dan mengaudit transaksi USDT bersama regulator sekuritas.
Bank sentral Thailand, Bank of Thailand (BOT), sedang menyiapkan langkah-langkah baru yang menargetkan transaksi tunai dan aktivitas stablecoin, termasuk audit bersama transaksi Tether (USDT) dengan regulator sekuritas. Inisiatif ini merupakan bagian dari dorongan kuartal keempat yang lebih luas untuk memerangi kejahatan keuangan.
Menurut Gubernur BOT Vitai, bank sentral sedang mempertimbangkan persyaratan bagi individu yang menyetor uang tunai 5 juta baht ($150.000) atau lebih untuk memberikan bukti asal dana. Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi pencucian uang dan aliran keuangan ilegal lainnya.
- Setoran tunai melebihi 5 juta baht akan memerlukan dokumentasi asal.
- Transaksi USDT akan tunduk pada audit bersama oleh BOT dan regulator sekuritas.
- Langkah-langkah ini diharapkan selesai dalam beberapa bulan mendatang.
Langkah ini terjadi di tengah pengawasan global yang semakin ketat terhadap stablecoin seperti USDT, yang sering digunakan untuk transfer dan perdagangan lintas batas. Regulator Thailand belum mengungkapkan rincian spesifik tentang bagaimana audit USDT akan dilakukan atau hukuman apa yang mungkin berlaku untuk ketidakpatuhan.
Thailand secara bertahap memperketat kerangka regulasi kripto. Pada tahun 2023, negara tersebut melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran dan memberlakukan persyaratan kenali pelanggan (KYC) yang lebih ketat pada bursa.