Kentucky Menggugat Kalshi dan Polymarket karena Perjudian Olahraga Tanpa Izin
Kentucky mengajukan gugatan terhadap platform pasar prediksi Kalshi dan Polymarket, menuduh mereka menawarkan perjudian olahraga tanpa izin.
Negara bagian Kentucky telah mengajukan gugatan terhadap platform pasar prediksi Kalshi dan Polymarket, dengan tuduhan bahwa mereka menawarkan perjudian olahraga tanpa izin yang melanggar peraturan negara bagian. Tindakan hukum tersebut menuduh platform-platform ini menghindari hukum setempat yang dirancang untuk melindungi konsumen dan memastikan praktik perjudian yang adil.
Menurut dokumen pengadilan, Kentucky mengklaim bahwa kedua platform mengizinkan pengguna untuk memasang taruhan pada acara olahraga tanpa mendapatkan izin yang diperlukan dari otoritas perjudian negara bagian. Gugatan tersebut meminta perintah pengadilan untuk menghentikan operasi platform di Kentucky dan berpotensi meminta denda atau ganti rugi.
Rincian Tuduhan
- Kalshi dan Polymarket dituduh beroperasi sebagai perusahaan perjudian tanpa izin.
- Platform tersebut diduga menawarkan kontrak acara yang terkait dengan hasil olahraga, yang oleh pejabat negara bagian diklasifikasikan sebagai taruhan olahraga.
- Kentucky mewajibkan operator untuk memiliki lisensi yang sah dari Komisi Balap Kuda Kentucky untuk menawarkan taruhan olahraga.
Ini bukan tantangan regulasi pertama bagi pasar prediksi. Di AS, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) telah memperdebatkan apakah platform tersebut termasuk dalam undang-undang komoditas atau perjudian. Tindakan tingkat negara bagian seperti Kentucky menambah ketidakpastian hukum bagi perusahaan-perusahaan ini.