India Blokir Telegram di Seluruh Negeri Hingga 22 Juni karena Kekhawatiran Kecurangan NEET
India telah memerintahkan penyedia layanan internet untuk memblokir Telegram hingga 22 Juni setelah dugaan praktik kecurangan menggunakan platform tersebut menjelang ujian ulang NEET.
Pemerintah India telah mengarahkan penyedia layanan telekomunikasi dan internet untuk memblokir akses ke aplikasi perpesanan Telegram di seluruh negeri hingga 22 Juni 2025.
Perintah tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi, dengan mengacu pada Pasal 69A Undang-Undang Teknologi Informasi, yang mengizinkan negara untuk memblokir akses publik ke konten online apa pun demi kepentingan ketertiban umum atau keamanan.
Menurut Badan Pengujian Nasional (NTA), kelompok kriminal diduga menggunakan Telegram untuk menipu peserta ujian menjelang ujian ulang masuk kedokteran NEET (Ujian Masuk Nasional untuk Kelayakan dan Masuk), yang dijadwalkan pada 21 Juni.
- NTA mengatakan bahwa praktik kecurangan mengeksploitasi Telegram untuk membocorkan soal atau menipu peserta.
- Ujian ulang diperintahkan setelah ketidakberesan sebelumnya dilaporkan dalam ujian utama NEET.
- Pemblokiran berlaku untuk semua operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet di India.
Telegram belum memberikan komentar publik mengenai pembatasan ini. Aplikasi ini banyak digunakan di India untuk komunikasi pribadi dan grup.