Aturan FCC dapat membuat akun telepon menjadi target yang lebih kaya bagi penyerang kripto
Aturan FCC yang diusulkan yang mewajibkan operator menyimpan data pelanggan dapat memperluas vektor serangan untuk pencurian kripto.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) telah mengusulkan aturan yang mewajibkan penyedia layanan suara untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi pelanggan secara rinci, sebuah langkah yang secara tidak sengaja dapat meningkatkan daya tarik akun telepon bagi penyerang mata uang kripto.
Berdasarkan aturan anti-panggilan robot yang diterbitkan pada 26 Mei (CG Docket Nos. 17-59 dan 02-278), penyedia diharuskan mengumpulkan nama, alamat fisik, nomor ID yang dikeluarkan pemerintah, nomor telepon alternatif, dan catatan verifikasi pendukung sebelum memberikan layanan. Data akan disimpan hingga empat tahun setelah hubungan pelanggan berakhir.
Para ahli keamanan mencatat bahwa data agregat semacam itu dapat menjadi target utama bagi penyerang yang ingin melakukan serangan SIM-swap atau skema rekayasa sosial untuk mendapatkan akses ke akun kripto yang terkait dengan nomor telepon. Semakin kaya data yang tersimpan, semakin berharga setiap akun telepon sebagai batu loncatan untuk pencurian kripto.
FCC saat ini sedang mencari komentar publik tentang aturan yang diusulkan. Komunitas kripto dapat mempertimbangkan implikasi keamanan potensial sebelum peraturan tersebut diselesaikan.