Hammack dari Fed Cleveland Peringatkan Permintaan AI Bisa Picu Inflasi, Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga
Presiden Fed Cleveland Beth Hammack mengatakan permintaan infrastruktur AI yang kuat dapat menjaga inflasi tetap tinggi, yang berpotensi memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack menyatakan pada hari Selasa bahwa permintaan 'tak terpuaskan' untuk infrastruktur kecerdasan buatan dapat berkontribusi pada tekanan inflasi yang persisten, membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut jika kenaikan harga secara umum tidak melambat.
Hammack, anggota voting Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tahun ini, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah penampilan publik. Ia menekankan bahwa meskipun investasi AI adalah perkembangan ekonomi yang positif, skala dan kecepatannya dapat menambah inflasi sisi permintaan yang coba dikendalikan bank sentral.
Nada Hawkish tentang Suku Bunga
'Jika inflasi tidak terus menurun, saya akan mendukung menjaga suku bunga tetap ketat lebih lama, dan berpotensi menaikkannya lebih lanjut,' kata Hammack. Komentarnya sejalan dengan tren terbaru pejabat Fed yang mendorong kesabaran sebelum memangkas suku bunga.
- Hammack mencatat bahwa belanja modal yang didorong AI adalah 'sumber permintaan yang signifikan' yang dapat menjaga inflasi inti di atas target 2% Fed.
- Ia menambahkan bahwa pasar tenaga kerja masih kuat, memberi Fed ruang untuk bertahan atau mengetatkan.
Pasar menafsirkan pernyataannya sebagai sinyal hawkish, dengan imbal hasil obligasi naik sedikit setelah pidato. Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada awal Mei, di mana keputusan suku bunga akan diawasi ketat.