Laporan Tahunan BIS Soroti Kekurangan Stablecoin sebagai Uang
Bank for International Settlements mengatakan stablecoin tidak memiliki properti uang yang penting dan memperingatkan risiko di pasar negara berkembang.
Bank for International Settlements (BIS) merilis laporan tahunannya pada hari Selasa, dengan menyatakan bahwa stablecoin masih belum memenuhi fungsi uang. Laporan tersebut menyoroti tiga kekurangan spesifik: kesatuan (singleness), elastisitas (elasticity), dan integritas (integrity).
Kekurangan Utama yang Teridentifikasi
Menurut BIS, stablecoin kurang memiliki 'kesatuan' — kemampuan untuk digunakan secara bergantian dengan bentuk uang lain pada nilai par. Mereka juga gagal dalam 'elastisitas,' artinya pasokan mereka tidak secara otomatis menyesuaikan dengan perubahan permintaan. Selain itu, stablecoin menimbulkan kekhawatiran 'integritas' terkait tata kelola dan kepatuhan regulasi.
Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa adopsi stablecoin di negara-negara dengan ekonomi pasar berkembang dapat memperkuat risiko keuangan, terutama jika digunakan untuk substitusi dolar atau menghindari kontrol modal.
- Kesatuan: stablecoin tidak selalu dapat ditebus pada nilai par dengan mata uang fiat.
- Elastisitas: pasokan tidak dapat menyesuaikan secara otomatis terhadap perubahan permintaan.
- Integritas: kekhawatiran atas tata kelola, transparansi, dan kepatuhan regulasi.
BIS, yang sering disebut sebagai bank sentral untuk bank-bank sentral, menerbitkan laporan ekonomi tahunannya setiap bulan Juni. Temuan ini menambah pengawasan regulasi yang semakin meningkat terhadap stablecoin secara global.