Wall Street Terbelah: JPMorgan Sarankan Beli Saham Chip AI yang Turun, Morgan Stanley Lebih Suka Hyperscaler
JPMorgan menyarankan membeli saat saham chip AI turun, sementara Morgan Stanley merekomendasikan berinvestasi di hyperscaler.
Dua bank besar Wall Street telah memberikan nasihat yang bertentangan tentang cara bermain di sektor kecerdasan buatan, dengan JPMorgan mendorong investor untuk membeli saat saham chip AI turun sementara Morgan Stanley mendorong taruhan yang berbeda pada hyperscaler.
Analis JPMorgan percaya bahwa penurunan terbaru pada saham chip AI adalah peluang beli, dengan alasan fundamental permintaan yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Mereka berpendapat bahwa aksi jual tersebut berlebihan dan produsen chip tetap dalam posisi baik untuk mendapatkan keuntungan dari belanja infrastruktur AI.
Sebaliknya, Morgan Stanley menyarankan investor untuk fokus pada hyperscaler—penyedia cloud skala besar seperti Amazon, Microsoft, dan Google—daripada perusahaan chip. Bank tersebut melihat hyperscaler memiliki aliran pendapatan yang lebih stabil dan lebih sedikit terkena dampak permintaan chip yang siklis.
Nasihat yang terpecah ini mencerminkan pandangan berbeda tentang bagian mana dari rantai nilai AI yang akan menangkap nilai paling banyak dalam jangka pendek. Kedua bank mengakui potensi transformatif AI tetapi tidak setuju tentang titik masuk terbaik bagi investor.