Jeremy Grantham Peringatkan Saham AS Bisa Anjlok 70%, Sebut Gelembung AI
Investor yang memprediksi krisis 2008 mengatakan saham AS dinilai terlalu tinggi dan koreksi parah kemungkinan terjadi.
Jeremy Grantham, investor yang dikenal karena memprediksi krisis keuangan 2008, telah mengeluarkan peringatan keras kepada investor pasar saham AS. Ia merekomendasikan untuk menjual saham AS, memperingatkan bahwa penurunan hingga 70% mungkin terjadi.
Grantham berpendapat bahwa gelembung kecerdasan buatan (AI) telah membuat ekuitas AS menjadi yang termahal dalam sejarah. Ia menunjukkan valuasi yang ekstrem dan antusiasme spekulatif seputar perusahaan terkait AI sebagai faktor risiko utama.
Rekam Jejak Prediksi Suram
Grantham, salah satu pendiri perusahaan manajemen aset GMO, memiliki sejarah dalam menyebut gelembung pasar. Ia dengan tepat meramalkan kehancuran dot-com di awal tahun 2000-an dan runtuhnya pasar perumahan pada 2008. Namun, pandangan bearishnya terkadang datang terlalu awal, sehingga kehilangan potensi kenaikan lebih lanjut.
Ia telah memperingatkan tentang saham AS yang dinilai terlalu tinggi selama beberapa tahun. Pada 2021, ia menggambarkan pasar sebagai "gelembung epik" dan memperkirakan imbal hasil yang mengecewakan, meskipun saham terus naik sebelum terkoreksi pada 2022.
Peringatan terbaru Grantham muncul saat S&P 500 diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba yang tinggi, sebagian didorong oleh antusiasme terhadap teknologi AI seperti yang ada di balik ChatGPT.