Bursa kripto terbesar India akan menanggung kerugian US$16 juta terkait dompet yang tak lagi digunakan
Bursa yang berbasis di Mumbai ini awalnya menyebut laporan arus keluar mencurigakan sebagai alarm palsu, lalu mengungkap kerugian US$16 juta akibat kegagalan proses internal.

Bursa kripto terbesar India yang berkantor pusat di Mumbai telah mengungkap kerugian US$16 juta yang disebabkan oleh kegagalan proses internal terkait dompet yang sudah tidak digunakan, menurut CoinDesk. Bursa tersebut awalnya menepis laporan arus keluar mencurigakan sebagai alarm palsu sebelum mengonfirmasi kerugian tersebut.
Perusahaan mengatakan akan menanggung sendiri kerugian US$16 juta itu alih-alih membebankannya kepada pengguna. Insiden ini terkait dengan cara bursa menangani dompet yang tidak lagi digunakan secara aktif.
Fakta utama
- Jumlah kerugian: US$16 juta
- Penyebab yang disebutkan: kegagalan proses internal terkait dompet yang sudah tidak digunakan
- Respons awal: laporan arus keluar mencurigakan disebut sebagai alarm palsu
- Dampak finansial: bursa mengatakan akan menanggung kerugian tersebut
Pengungkapan ini menarik perhatian pada risiko operasional seputar pengelolaan siklus hidup dompet di bursa terpusat. Hal ini juga menyusul kebingungan publik awal mengenai apakah arus keluar mencurigakan benar-benar terjadi.