Chainalysis Bermitra dengan Polisi Korea Selatan untuk Memerangi Kejahatan Kripto
Kepolisian nasional Korea Selatan akan menggunakan alat Chainalysis untuk menangani kejahatan terkait kripto, termasuk ancaman terkait negara dari Korea Utara dan penipuan ritel.
Chainalysis telah mengumumkan kemitraan dengan Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (KNPA) untuk menyediakan alat analitik blockchain guna menyelidiki kejahatan terkait cryptocurrency. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan polisi dalam melacak transaksi ilegal di blockchain.
Kemitraan ini akan menangani berbagai ancaman, termasuk kampanye peretasan yang didanai negara yang dikaitkan dengan Grup Lazarus Korea Utara, serta penipuan dan kecurangan yang menargetkan investor ritel. Korea Selatan telah melihat lonjakan kejahatan kripto, mendorong penegak hukum untuk mencari solusi canggih.
Chainalysis akan menyediakan perangkat lunak dan pelatihan kepada KNPA untuk melacak transaksi mencurigakan dan mengidentifikasi alamat dompet yang terkait dengan aktivitas kriminal. Ketentuan keuangan dari kesepakatan tersebut tidak diungkapkan.
Korea Selatan secara aktif memperkuat kerangka regulasi untuk aset digital. Awal tahun ini, negara tersebut mengesahkan undang-undang yang mewajibkan penyedia layanan kripto untuk mendaftar ke otoritas dan menerapkan langkah-langkah anti pencucian uang.