Bitcoin Turun di Bawah $65.000 saat Minyak Melonjak, Imbal Hasil Meningkat Dorong Sentimen Risk-Off
Bitcoin jatuh di bawah $65.000 saat minyak Brent menembus $100 dan imbal hasil Treasury naik di tengah ketegangan geopolitik.

Bitcoin turun di bawah level $65.000 pada 23 Juli seiring kenaikan tajam harga minyak dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mendorong investor menjauh dari aset berisiko. Mata uang kripto terbesar ini diperdagangkan di dekat $64.980, menurut data dari CryptoSlate.
Pergerakan risk-off ini dipicu setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran menyusul serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Oman. Minyak Brent ditutup 7% lebih tinggi pada $100,69 per barel, menuju kenaikan mingguan hampir 10%.
Konteks Pasar
Biaya energi yang lebih tinggi dan imbal hasil Treasury yang meningkat biasanya meredam minat terhadap aset spekulatif seperti mata uang kripto. Imbal hasil acuan Treasury AS bertenor 10 tahun naik tipis saat investor memperhitungkan potensi tekanan inflasi dari guncangan minyak.
- Bitcoin sempat menyentuh $64.750 intraday sebelum pulih sedikit.
- Ether juga turun, diperdagangkan sekitar $3.200.
- Pasar kripto secara keseluruhan kehilangan sekitar 3% kapitalisasi pasar selama sesi tersebut.
Analis mencatat bahwa eskalasi geopolitik dapat menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek, menambah hambatan bagi aset digital. Namun, beberapa trader melihat koreksi ini sebagai peluang beli jika konflik mereda.