Laporan Tahunan BIS: Mengapa Stablecoin Gagal dalam Uji Uang
Bank for International Settlements menantang stablecoin sebagai uang yang dapat diandalkan. Inilah analisis yang seimbang.
Bank for International Settlements (BIS) – bank sentral dari bank-bank sentral – merilis laporan tahunannya yang menandai bahwa stablecoin kekurangan properti kunci uang dan memperingatkan risiko, khususnya di pasar negara berkembang. Hal ini kembali memicu perdebatan: dapatkah aset digital yang diterbitkan secara swasta berfungsi sebagai alat tukar, unit akun, dan penyimpan nilai yang andal? Laporan tersebut mengkritik desain dan adopsi stablecoin, tetapi para pendukung menunjukkan kegunaannya di ekonomi yang tidak stabil. Inilah yang dikatakan BIS dan bagaimana kedua pihak membingkai masalah ini.
Apa yang Sebenarnya Dikatakan Laporan BIS
Laporan Tahunan BIS mencatat bahwa stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, tetapi dalam praktiknya sering gagal memenuhi ketiga fungsi tradisional uang. Laporan tersebut menyoroti bahwa banyak stablecoin tidak sepenuhnya didukung oleh aset yang aman dan likuid, dan mekanisme penebusan bisa tidak dapat diandalkan. Ini memperingatkan bahwa penggunaannya di pasar negara berkembang – di mana mereka dipuji sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau mata uang lemah – dapat memperkenalkan risiko stabilitas keuangan baru, termasuk volatilitas arus modal dan paparan terhadap risiko cadangan yang mendasarinya.
Argumen untuk Stablecoin: Kegunaan dalam Praktik
Pendukung stablecoin berpendapat bahwa di negara-negara dengan inflasi tinggi, kontrol modal, atau akses terbatas ke dolar AS, stablecoin seperti USDT (Tether) dan USDC telah menjadi alat keuangan yang kritis. Mereka memungkinkan pembayaran lintas batas, tabungan, dan transaksi komersial di mana perbankan tradisional lambat atau tidak dapat diakses. Para pendukung mengklaim bahwa bahkan jika properti uang secara teoretis tidak sempurna, stablecoin memberikan perbaikan dunia nyata dibandingkan mata uang lokal. Selain itu, penerbit utama telah meningkatkan transparansi dan audit komposisi token untuk mengatasi kekhawatiran tentang cadangan.
Argumen Menentang: Risiko Sistemik dan Regulasi
Para kritikus – termasuk BIS dan banyak bank sentral – membalas bahwa stabilitas stablecoin adalah fatamorgana. Mereka menunjuk pada peristiwa de-pegging historis, seperti runtuhnya TerraUSD (UST) pada tahun 2022 dan penurunan sesekali USDT di bawah $1, sebagai bukti kerapuhan. Di pasar negara berkembang, BIS memperingatkan bahwa aksi lari pada stablecoin dapat memicu penularan keuangan, terutama jika penduduk telah mengganti mata uang lokal mereka secara massal dengan stablecoin. Regulator juga khawatir tentang pengelolaan cadangan yang tidak transparan, penyalahgunaan untuk keuangan ilegal, dan kurangnya perlindungan konsumen. BIS menganjurkan standar global yang kuat dan kerangka regulasi untuk mengatasi kesenjangan ini.
Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya
Laporan BIS tidak mengikat secara hukum, tetapi ini menandakan sikap yang semakin keras di antara bank sentral global. Perkembangan utama yang perlu dilacak meliputi: kemajuan IMF dan Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) tentang pedoman stablecoin; tindakan regulasi di ekonomi berkembang seperti Turki, Nigeria, dan Argentina; dan apakah penerbit stablecoin utama secara sukarela bergerak menuju struktur cadangan yang lebih transparan dan dikelola secara ketat. Juga perhatikan peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC), yang secara langsung bersaing dengan stablecoin untuk kasus penggunaan yang sama.
Apa yang dikatakan BIS tentang stablecoin dalam laporan tahunannya?
BIS mengatakan stablecoin kekurangan properti kunci uang yang andal dan memperingatkan risiko, terutama di pasar negara berkembang, termasuk potensi ketidakstabilan keuangan dan cadangan yang tidak memadai.
Mengapa stablecoin populer di pasar negara berkembang?
Mereka menawarkan alternatif dolar digital di mana mata uang lokal tidak stabil atau kontrol modal membatasi akses ke mata uang asing, memungkinkan tabungan dan pembayaran.
Apa argumen utama yang menentang stablecoin?
Kritikus menyoroti peristiwa de-pegging, cadangan tidak transparan, potensi penularan keuangan, dan kurangnya perlindungan konsumen, dengan alasan bahwa mereka tidak seaman uang tradisional.
Apakah regulator mendukung atau menentang stablecoin?
Sebagian besar regulator mendukung stablecoin hanya jika diatur dengan baik dengan cadangan penuh dan transparansi. BIS dan banyak bank sentral menganjurkan standar global yang kuat.
Bagaimana laporan BIS dapat mempengaruhi adopsi stablecoin?
Ini dapat mempercepat pengawasan regulasi dan mendorong penerbit menuju praktik yang lebih transparan, sambil juga mendorong bank sentral untuk mempercepat proyek CBDC mereka sendiri.